Facebook Alat Yahudi ?

'Darah lebih kental dari air', begitulah ungkapan yang menggambarkan bagaimana eratnya sebuah hubungan darah entah hubungan keluarga maupun kesukuan. Meskipun suatu hubungan 'persaudaaran' sedang mengalami ketidakharmonisan, saat salah seorang ataupun bagian dari anggota 'keluarganya' kesulitan atau terancam maka akan timbulah rasa solidaritas yang akan menyatukan keluarga.

Begitu pula dengan Mark Zuckerberg sang pemilik Facebook, sebagai seorang Yahudi saat diminta oleh saudaranya sesama Yahudi untuk menghentikan status, tulisan-tulisan dan konten-konten yang berkaitan dengan dukungan kepada Palestina dan kritikan terhadap Israel (atas permintaan pemerintah Israel).

Berita terbaru, seorang pemain sepakbola dunia asal Brazil, Marcelo Da Silva Junior salah seorang bek kiri Real Madrid harus rela kehilangan akun resmi Facebooknya setelah mengungkapkan rasa simpatinya kepada Palestina dan mengkritik aksi kekerasan yang terjadi di Palestina yang dilakukan oleh Israel.

Sebelumnya, Facebook sendiri telah menghapus beberapa halaman-halaman Group yang banyak menampilkan kritikan kepada Israel seperti Cyber Jihad Community, Mujahid Indonesia dan group-group Facebook lainnya yang  memberikan dukungan pada perjuangan bangsa Palestina karena dianggap 'menimbulkan kebencian dan tindak kekerasan'.

 'Kebebasan berbicara' di Facebook ternyata tidak berlaku bila berhubungan dengan Israel dan Yahudi meskipun yang kita ungkapkan itu adalah benar.  Mungkin sudah waktunya facebook 'digemboskan' dan diboikot, padahal Facebook sudah meraup keuntungan yang sangat besar dari kita (terutama umat Islam bahkan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim ini adalah salah satu pengguna Facebook terbesar di dunia).

Sudah waktunya meningkatkan kewaspadaan, raksasa-raksasa internet populer saat ini seperti Facebook, Google dan Yahoo disinyalir telah dimanfaatkan oleh negara-negara tertentu seperti Israel, bahkan juga digunakan untuk kepentingan intelejen khususnya intelejen Amerika Serikat seperti yang diungkapkan pendiri Wikileaks, Julian Assange.

Assange mengatakan bahwa jaringan yang paling populer di dunia sosial, Facebook merupakan yang paling berbahaya, sebuah “mesin mata-mata mengerikan”.

“Facebook merupakan mesin mata-mata paling mematikan dan mengerikan yang pernah ditemukan,” ujarnya. “Di sini kita memiliki database dunia yang paling komprehensif tentang orang-orang, hubungan mereka, nama mereka, alamat mereka, lokasi mereka dan komunikasi satu sama lain, keluarga mereka, semua terkumpul di AS, semua dapat diakses oleh intelijen AS.”

Facebook, Google, Yahoo, –semua organisasi utama AS ini punya koneksi khusus untuk intelijen AS. Mereka memiliki antarmuka khusus yang dikembangkan untuk digunakan oleh intelijen AS.

Intelijen AS dan Facebook telah meng-otomatisasi proses. “Setiap orang harus memahami bahwa ketika mereka menambahkan teman-teman mereka ke Facebook, mereka melakukan pekerjaan gratis untuk badan-badan intelijen Amerika Serikat dalam membangun database mereka,” ujar Assange.

Pernyataan Assange ini bisa jadi salah tapi bisa jadi benar karena Assange sendiri adalah seorang mantan 'hacker' yang sukses sama seperti halnya Zuckerberg. Wallahualam

Post new comment

  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.