Isu Pemblokiran Layanan Blackberry

Paska diberlakukannya pemblokiran layanan ponsel pintar (smartphone) Blackberry yang terjadi di Emirat Arab dan Arab Saudi ternyata membuat pengguna ponsel Blackberry ditanah air merasa was-was. Adanya isu 'rencana' pembokiran yang akan dilakukan oleh Pemerintah RI sempat beredar di situs jejaring sosial Twitter.
Salah satu portal berita online VivaNews dalam akun Twitter-nya di salah satu link beritanya yang bertajuk "Indonesia Berpikir Ikut Blokir Blackberry" mewartakan bahwa saat ini Indonesia sedang mempertimbangkan mengikuti jejak Arab Saudi untuk menghentikan layanan ponsel pintar Blackberry. Pertimbangan itu demi memperkuat tekanan terhadap Research in Motion (RIM) agar memberi akses data lebih besar kepada pemerintah suatu negara.
Juru Bicara Kementrian Komunikasi dan Informatika, Gatot Dewabroto, menghendaki RIM menyiapkan server lokal agar informasi yang terkirim melalui Blackberry tidak harus melibatkan perantara RIM di Kanada.
"Kami tidak tahu apakah data yang dikirim melalui BlackBerry dapat disadap atau dibaca oleh pihak ketiga di luar negeri," katanya. Gatot khawatir informasi yang dikirim melalui pesan Blackberry dapat digunakan oleh penjahat atau mata-mata.
Isu pemblokiran layanan Blackberry ini langsung disanggah oleh pemerintah, seperti yang dikutip dari Detikinet yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan memblokir akses layanan BlackBerry seperti kebijakan yang diterapkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Sebab, pemblokiran harus dilihat dari tingkat urgensi dan dasar hukum yang kuat.
Penegasan ini disampaikan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menanggapi keresahan yang berkembang di kalangan pengguna dan pengembang aplikasi BlackBerry.
"Kami perlu meluruskan kesalahpahaman yang berkembang. Tidak benar bahwa kami telah menyatakan akan memblokir BlackBerry," tegas Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, saat dikonfirmasi detikINET, Kamis (5/8/2010).
Isu rawannya penggunaan Blackberry terhadap keamanan negara saat ini memang sedang mengemuka sebab beberapa negara selain Arab saudi dan Emirat Arab juga sedang mengamati aspek keamanan ini. Pemerintah India sebelumnya juga pernah mengancam akan memblokir layanan Blackberry apabila RIM (produsen Blackberry) tidak memberikan atau merubah format data yang digunakan ponselnya agar pemerintah India dapat melakukan pengawasan terhadap aliran data yang beredar khususnya di kalangan pengguna Blackberry di India.
Isu yang berkaitan dengan aspek keamanan layanan Blackberry ini memang pantas ditindak lanjuti pemerintah mengingat semua layanan ponsel pintar ini aliran datanya terenskripsi dan terpusat di server milik RIM yang berada diluar negeri hingga pihak berwenang suatu negara yang menggunakan layanan ini kesulitan mengawasi aliran data sensitif negara yang beredar di jaringan Blackberry.

Post new comment