Jadikan Ramadhan Momen Pemersatu Umat
Penangkapan terhadap KH Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan salah seorang ulama di negeri ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan merupakan sebuah tamparan keras bagi umat Islam apalagi dengan tuduhan yang sangat serius yaitu terlibat dalam tindak terorisme.
Yang jadi masalah disini bukan penangkapan sosok personal seorang Ba'asyir tapi lebih kepada sosok Ba'asyir sebagai seorang ulama Islam-lah yang dikhawatirkan akan memicu perpecahan diantara umat Islam terutama bagi mereka yang meyakini dan selalu menghubungkan tindak terorisme dengan ajaran Islam (jihad).
Ramadhan yang seharusnya kita isi dengan dengan semangat kebersamaan dan hati yang bersih dapat tercoreng dengan peristiwa penangkapan ini, saya sendiri setuju dengan pernyataan KH. Din Syamsudin yang meminta Polri harus segera melepaskan KH. Ba'asyir apabila memang tidak terbukti melakukan sepertti yang dituduhkan kepadanya.
Saya juga meyakini bahwa Jihad memang sangat dibutuhkan dinegeri ini mengingat semakin banyaknya tantangan yang dihadapi umat Islam di negeri kita yang berusaha memecah-belah dan berusaha merusak citra Islam dengan isu terorisme. Jihad yang dibutuhkan negeri ini adalah jihad yang berbentuk dakwah dan pemikiran untuk meluruskan ajaran-ajaran Islam yang saat ini banyak dirusak oleh pemikiran-pemikiran barat seperti isu keberagaman (pluralisme) dan isu gender dalam Islam serta isu-isu yang selalu menghubungkan tindak terorisme dengan ajaran Islam.
Jihad dengan kekerasan saat ini sangat tidak dibutuhkan dinegeri kita mengingat serangan yang banyak menyerang umat adalah serangan-serangan pemikirian yang berusaha membelokan pemahaman umat tentang ajaran agamanya dan tampak jelas sekali ada usaha pihak-pihak tertentu untuk merusak citra Islam. Jihad dengan kekerasan hanya dibutuhkan di negeri yang nyata-nyata memang sedang mengalami serangan fisik, kekerasan dan dalam kondisi perang, seperti Palestina contohnya.
Saat ini kita membutuhkan sebuah gerakan Islam yang berskala nasional yang bersifat moderat tapi tetap memegang teguh syariat Islam seperti yang telah digariskan Alquran dan Rasulullah Muhamad SAW. Sebuah gerakan Dakwah yang dapat merangkul dan menjadi pemersatu semua golongan umat Islam dinegeri kita tapi bukan sebuah gerakan 'pura-pura' yang setelah meraih banyak pendukung dari umat Islam malah merubah gerakannya menjadi gerakan yang berbau nasionalis untuk sekedar kepentingan duniawi sesaat.
Sebuah gerakan Dakwah yang mampu meluruskan pemikiran bahwa paham pluralisme yang dibawa negara barat tidak sesuai dengan semangat dan ajaran Islam bahkan Alquran sendiri sudah mengajarkan toleransi hidup beragama dan bermasyarakat salah satu contohnya adalah ayat yang menyatakan 'bagimu agamamu dan bagiku agamaku' dan masih banyak lagi ayat serta hadist yang mengajarkan hal ini tanpa perlu mengikuti paham keberagaman barat yang dibawa oleh oknum-oknum pemikir Islam lokal yang berhaluan liberal barat.
Gerakan ini juga harus mampu menghapus dan menahan isu gender dalam Islam karena Islam sendiri sangat memuliakan perempuan dan telah menggariskan hak-hak dan kewajiban perempuan sesuai fitrahnya tanpa perlu mengorbankan kehormatan perempuan seperti yang banyak terjadi di negara barat dan sudah mulai mewabah dinegeri ini.
Gerakan dakwah ini harus mampu meluruskan pemahaman umat tentang Jihad dan hubungannya dengan aksi dan isu terorisme yang saat ini telah meresahkan kita semua. Gerakan ini harus diperkuat bukan oleh ulama-ulama yang memiliki kepentingan duniawi yang hanya mengeluarkan pernyataan apalagi 'fatwanya' yang hanya menguntungkan golongan tertentu tapi harus diisi oleh barisan ulama yang memiliki integritas tinggi yang lebih mementingkan 'kepentingan akherat' hingga mampu meluruskan penguasa dan pemimpin yang zalim serta mampu memerangi fitnah-fitnah yang banyak menyerang ajaran Islam dan umatnya saat ini.
Semoga semangat dan suasana ibadah puasa di bulan suci Ramadhan yang saat ini sedang kita jalani dapat menjadi pemersatu kita semua dan semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kehancuran

Post new comment