Wow, Darurat Pornografi ?

Era 'keemasan' film nasional yang berbau pornografi yang sempat marak beredar pada era tahun 90-an sepertinya kembali terulang dengan memanfaatkan kebangkitan film nasional. Bila pada tahun 90-an banyak didominasi dengan film-film bertema 'action' sedangkan saat ini film-film ' berbau porno' yang saat ini banyak beredar lebih banyak bertema 'horor'.
Film horor seperti 'Suster Keramas', 'Tali Pocong Perawan', 'Raped by Saitan (Diperkosa Setan)', 'Air Terjun Pengantin', 'Hantu Binal Jembatan Semanggi', 'Darah Janda Kolong Wewe', 'Hantu Binal Jembatan Semanggi' dan lain-lain. Dilihat dari judul, nama artis pendukungnya dan thrillernya jelas terlihat hampir semua film-film ini lebih banyak menyunguhkan sensualitas daripada jalan cerita dan mutu film itu sendiri.
Berbeda dengan film 'Jaelangkung' dan 'Tusuk Jaelangkung' yang memang banyak (dan sungguhan) mengedepankan jalan cerita horor, film-film horor 'sensual' yang saat ini banyak beredar lebih banyak tidak nyambungnya antara judul dan jalan cerita dan lebih banyak menjual 'penampilan' pemainnya yang sensual.
Boleh jadi benar apa yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia - Asrorun Niam Sholeh menyebut Indonesia sekarang dalam kondisi darurat pornografi. "Indonesia darurat pornografi. Presiden harus turun langsung membentuk gugus tugas pemberantasan pornografi sebagaimana amanat undang-undang," kata Niam di Jakarta, Kamis (21/4).
Niam juga menyatakan bahwa saat ini kesadaran perang terhadap pornografi sangat rendah, kasus pornografi kian marak, produser semakin berani mendatangkan artis porno ke Indonesia.
Peran pemerintah dan penegak hukum sangat ditunggu untuk menyikapi masalah pornografi ini, buat apa dibuat undang-undang bila pornografi semakin marak lewat berbagai media, TV, film bioskop bahkan foto-foto porno yang beredar lewat internet.

Post new comment